LAYANAN KIRIM OBAT DULU, UNTUK PEMESANAN 1 DAN 2 BOTOL

Memilih obat herbal yang aman dikonsumsi

Posted by Ajay Sastra 0 komentar

Jakarta - Orang yang takut dengan obat-obat medis biasanya memilih herbal karena dianggap tidak ada efek samping. Persepsi itu ternyata salah, karena sesuatu yang beraktifitas dalam tubuh baik itu obat medis ataupun obat herbal tetap punya efek samping. Namun efeknya tergantung dari obat itu masing-masing.

Obat herbal pada pasien sebagai terapi penunjang," kata dr Aldrin yang juga sekretaris umum Indonesian Medical Association in Herbal Medicine.namun tak sembarang obat herbal bisa diresepkan oleh seorang dokter. Dokter yang memberikan resep obat herbal juga harus memiliki izin khusus.



Syarat yang direkomendasikan untuk penggunaan herbal yang aman adalah:

1. Dokter
Harus tersertifikasi organisasi profesi

2. Herbal atau jamu
Harus teregisterasi BPOM. Untuk herbal yang diresepkan dokter harus produk fitofarmaka yakni obat bahan alam yang telah dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinik (melalui hewan) dan klinik (melalui manusia) yang bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi.

3. Sarana Pelayanan Kesehatan (Saryankes)
Harus terdaftar sebagai pemberi layanan Pembinaan Kesehatan Masyarakat (PKA) oleh Departemen Kesehatan.

4. Pasien
Harus kooperatif dan dapat menerima informasi tentang herbal tersebut dengan sejelas-jelasnya

Sedangkan obat herbal yang aman adalah yang telah terstandarisasi sebagai berikut:
1. Adanya pendampingan terhadap para petani tanaman obat
2. Adanya pendampingan teknologi budidaya
3. Standarisasi tanah, jenis tanaman, cara tanam, dan waktu panen
4. Uji secara praklinis (terhadap hewan percobaan) dan klinis (terhadap manusia)

Menurut dr Aldrin mengonsumsi obat-obatan herbal tidak salah. Asalkan tiga aspek utama terpenuhi, yaitu aman, bermanfaat, dan bermutu. Serta satu aspek tambahan lagi yaitu ilmiah (tidak empiris atau sekedar testimoni). Dokter juga seharusnya membina agar apa yang beredar di masyarakat benar-benar aman.

"Para dokter bukan anti pengobatan alternatif, kami hanya berusaha memberi pencerahan dan informasi sejelas-jelasnya sehingga pasien dapat memutuskan sendiri mana yang terbaik untuknya," kata dr Aldrin.

Khususnya untuk penyakit kanker, obat herbal yang direkomendasikan dr Aldrin adalah yang mengandung imun modulator (peningkat sistem kekebalan tubuh) dan antioksidan yang tinggi.

Yang harus diperhatikan menurut dr Aldrin adalah pemakaiannya. Penggunaan obat tradisional bisa digunakan pada tahap prepatogenesis (pencegahan) dan paliatif (tindakan untuk meringankan beban penderita kanker terutama yang tidak bisa disembuhkan).

Obat-obat herbal hanya bisa menghambat perkembangan sel kanker, bukan mematikan sel-sel tersebut. Maka itu pengobatan medis seperti kemoterapi dan radiasi tetap harus dilakukan jika si pasien ingin sembuh dan sel kankernya mati.

dr Aldrin juga menyarankan bahwa konsumsi obat-obat herbal ini sebaiknya diberi jeda dengan obat medis, agar efek obat tidak saling meniadakan misalnya diberi jeda 1 jam.

Sumber : http://health.detik.com/

0 komentar:

Posting Komentar